Zimbra LDAP Error

Kejadian aneh ini bermula saat mail server zimbra (fisik) pindah hardware dan ip, dari sebelumnya ip lokal, kini dirubah menjadi ip publik. gini nih errornya yang bikin panik

Failed.
Failed to start slapd.  Attempting debug start to determine error.
daemon: bind(7) failed errno=99 (Cannot assign requested address)
slap_open_listener: failed on ldap://mail.macministore.us:389

Ternyata oh ternyata kesalahan ada pada pengaturan ip di hostname, salah ketik ip nya broo…. :D maklum waktu itu sedang puasa dan malemnya minum obat, agak terganggu saraf motoriknya :D

jadi kesimpulanya, kalo pindah mesin zimbra, jangan lupa ganti dan cek dns(jika ada dns server di mesin tersebut), ip address di /etc/hosts jangan sampai salah, terus /etc/resolv.conf jangan lupa juga. sepele tapi kalau mata kurang teliti jadi bikin gabisa tidur :D

Reset password root Debian

Spesial buat pak ketua KPLI Soloreset password debian mungkin hampir sama kasusnya dengan reset password ubuntu 8.10 :D ,  dalam kasus kali ini saya menggunakan debian 6, mari kita mulai.

  • Pertama hidupkan cpu debian yang lupa passwd :D (restart juga boleh)
  • kemudian akan muncul GRUB, tekan tombol ‘e’ (tanpa kutip lah..) untuk melakukan pengeditan GRUB
Debian 6 GRUB

debian 6 grub

  •  cari baris “linux /boot/vmlinuz-2.6.32-5-686 root=UUID=c3ae9015-1ef0-4e9f-bb73-dbf89dbc0ec3 ro quiet” (mungkin tidak sama persis)
Edit GRUB debian

Edit GRUB debian untuk reset passwd

  •  tambahkan “init=/bin/bash” (tanpa tanda kutip) di akhir baris tersebut
  • tekan ctrl+x untuk melanjutkan booting, jika tidak ada masalah anda akan langsung menjadi root :D
sudah root, reset password debian

sudah root, reset password debian

 

  • mount root sebagai rw agar dapat mengedit password “mount -o remount rw /”
  • setelah itu langsung saja ganti password dengan perintah “passwd”
reset root passwd debian

reset root passwd debian

 

  • reboot, login sebagai root dan masukkan password baru yang telah anda ganti
Selamat mencoba… ;-)

nyari Internet Gratisan? maling ya maling!

di kampusku sekarang sedang marak mencari lubang suatu provider gsm yang menyediakan layanan data, tujuanya tak lain adalah mencari koneksi gratis, dengan segala cara :D , dalam hati ini protes.. di dunia maya kok seperti itu dianggap biasa dan wajar ya? seperti pembajakan software. padahal itu sama juga maling, sadarlah… itu pencurian! apapun alasanya, entah masih ada lubang lah.. entah balas dendam mahal lah.. de el el…

gunakan koneksi gratisan yang resmi, hahaha… atau beli saja koneksi semampunya.. ;-) , sebelum nanti kalian terjerat UU ITE…

Bypass Root Password Slackware

kejadian ini saya alami di sebuah warnet yang baru pindah tangan, semua root password mikrotik dan proxy tidak diberi tahu. Dengan sangat terpaksa harus me reset password root proxy yang ber OS Slackware 13. pada dasarnya seluruh password di linux tersimpan di /etc/shadow, konsepnya kita tinggal mengganti atau menghapus password yang ada di situ. Dalam kasus kali ini saya menggunakan live cd Ubuntu 11.04 sebagai alat bantu :D . Mari kita mulai:

  • Masukkan live cd Ubuntu 11.04, tak perlu install, jalankan saja live
  • Mount harddisk slackware ke sebuah direktory, misalnya slackware berada di /dev/sda1 akan kita mount di /media
#mount /dev/sda1 /media
  • edit file etc/shadow yang ada di derektori media
#nano /media/etc/shadow
  • cari baris yang ada tulisan root, yang merupakan user root dan enkripsi password, hapus isi enkripsi password seperti contoh dibawah. Setelah itu jangan lupa disimpan :)
root:[hapus/kosongkan]:1547846:0:65466698:5:::
  • Setelah itu reboot dan jangan lupa lepas live cd ubuntunya :D , masuk slackware dengan user root dan password kosong
Selamat mencoba… :)

Instalasi LUSCA HEAD di Debian

“Lusca is a fork of the Squid-2 development tree. The Lusca project aims to fix the shortcomings in the Squid-2 codebase whilst maintaining the the Squid-2 functionality and stability.” ~ from Lusca.net

berasal dari pengalaman bikin proxy server di sebuah warnet sekitar UMS, saya akan coba bagikan pengalaman saya ini. Dalam kasus kali ini saya menggunakan Lusca Head 14809 dengan Sistem Operasi Debian 6 (squeeze). proses pembuatan proxy ini berasal dari berbagai macam refrensi yang ada di internet, salah satunya KIOS, FMI, dan Situs resmi Lusca. Namun saya lebih condong ke situs resmi lusca, ada hal yang rancu dan belum saya mengerti dari tutorial instalasi Lusca di KIOS dan FMI yaitu kenapa harus instal squid dahulu baru kemudian instal Lusca, padahal sudah ada source Lusca dan tinggal mengcompile :D . Oke langsung saja kita mulai:

  • Download source Lusca Head dari Sini , pilih versi stable dan baru.
  • Download patch lusca dari sini
  • Download storeurl.pl dan Squid.conf
  • Ekstrak Lusca Head
#tar -zxvf LUSCA_HEAD_r14xxx.tar.gz
  • persiapkan Debian anda, dan install paket yang dibutuhkan: gcc, build-essential, sharutils, libzip-dev, automake
  • masuk ke direktori lusca, dan masukkan file-file patch yang telah di download ke dalam direktori hasil ekstrak lusca
  • pasang patch :
patch -p0 < luscaVaryrR14697.diff
patch -p0 < 3xx\ loop.diff
patch -p0 < ignore-must-revalidate.diff
patch -p2 < keblux-lusca-gzip.patch
  • jalankan bootstrap.sh
#./bootstrap.sh
  • lalu configure sesuai kebutuhan, untuk lebih jelas ketik configure –help. kalo yang saya gunakan seperti dibawah ini:
./configure --prefix=/usr --exec_prefix=/usr --bindir=/usr/sbin --sbindir=/usr/sbin --libexecdir=/usr/lib/squid --sysconfdir=/etc/squid \
--localstatedir=/var/spool/squid --datadir=/usr/share/squid --enable-http-gzip --enable-async-io=24 --with-aufs-threads=24 --with-pthreads --enable-storeio=aufs \
--enable-linux-netfilter --enable-arp-acl --enable-epoll --enable-removal-policies=heap --with-aio --with-dl --enable-snmp \
--enable-delay-pools --enable-htcp --enable-cache-digests --disable-unlinkd --enable-large-cache-files --with-large-files \
--enable-err-languages=English --enable-default-err-language=English --with-maxfd=65536
  • setelah itu make dan make install
#make && make install
  • tempatkan storeurl.pl dan squid.conf di /etc/squid, edit sesuai kebutuhan. oiya,silakan buka dulu file storeurl.pl anda, pastikan lokasi perl di header benar, misalnya dalam debian file perl ada di /usr/bin/perl , maka di header storeurl.pl harus #!/usr/bin/perl .
  • buat cache
#squid -z
  • jalankan squid
#squid -D
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.